Karbon dioksida (CO2) bisa dimanfaatkan untuk pembuatan lensa kontak berwarna serta plastik antibakteri. Para peneliti dari Fraunhofer Institute for Environmental, Safety, and Energy Technology UMSICHT di Oberhausen, Jerman, berhasil menggunakan CO2 sebagai bahan perantara untuk mengisi plastik dengan bahan kimia tertentu.
Prinsip yang digunakan sederhana. Pada temperatur 30,1 derajat celsius dan tekanan 73,8 bar, CO2 akan mencapai kondisi superkritis. Dalam kondisi itu, CO2 bisa berguna sebagai gas yang melarutkan bahan kimia lain sehingga bisa dimanfaatkan untuk menambahkan bahan kimia pada plastik.
Jika ingin mewarnai plastik, misalnya, Manfred Renner menjelaskan, "Kita memompa CO2 ke dalam kontainer bertekanan tinggi yang berisi plastik yang akan ditambahi bahan kimia. Lalu, kita meningkatkan temperatur dan tekanannya hingga gas mencapai kondisi superkritis."
Renner melanjutkan, "Pada tekanan tinggi, semua pigmen warna akan larut dan berdifusi ke plastik." Proses tersebut hanya berlangsung beberapa menit. Ketika kontainer dibuka, gas menguap, tapi warna akan tetap berada di plastik. Akhirnya, plastik pun bisa diolah menjadi berbagai macam produk.
Peneliti mengungkapkan bahwa proses yang sama bisa dilakukan untuk menambahkan senyawa antibakteri pada plastik. Berdasarkan eksperimen para ilmuwan tersebut, plastik yang telah ditambah dengan bahan antibakteri bisa membunuh E coli secara langsung.
Penggunaan karbon dioksida ini, menurut ilmuwan, sangat potensial karena murah, tak berbahaya, dan tak mudah terbakar. "Cara kami bisa memungkinkan pembuatan komponen plastik bernilai tinggi, seperti yang digunakan untuk produk seperti telepon seluler," kata Renner.
Proses tersebut juga bisa digunakan untuk mewarnai lensa kontak. Penambahan bahan kimia tertentu bahkan bisa dilakukan, misalnya bahan bersifat obat yang terus-menerus berinteraksi dengan mata. Ini bisa bermanfaat bagi penderita glaukoma.
Sumber : SCIENCEDAILY
Prinsip yang digunakan sederhana. Pada temperatur 30,1 derajat celsius dan tekanan 73,8 bar, CO2 akan mencapai kondisi superkritis. Dalam kondisi itu, CO2 bisa berguna sebagai gas yang melarutkan bahan kimia lain sehingga bisa dimanfaatkan untuk menambahkan bahan kimia pada plastik.
Jika ingin mewarnai plastik, misalnya, Manfred Renner menjelaskan, "Kita memompa CO2 ke dalam kontainer bertekanan tinggi yang berisi plastik yang akan ditambahi bahan kimia. Lalu, kita meningkatkan temperatur dan tekanannya hingga gas mencapai kondisi superkritis."
Renner melanjutkan, "Pada tekanan tinggi, semua pigmen warna akan larut dan berdifusi ke plastik." Proses tersebut hanya berlangsung beberapa menit. Ketika kontainer dibuka, gas menguap, tapi warna akan tetap berada di plastik. Akhirnya, plastik pun bisa diolah menjadi berbagai macam produk.
Peneliti mengungkapkan bahwa proses yang sama bisa dilakukan untuk menambahkan senyawa antibakteri pada plastik. Berdasarkan eksperimen para ilmuwan tersebut, plastik yang telah ditambah dengan bahan antibakteri bisa membunuh E coli secara langsung.
Penggunaan karbon dioksida ini, menurut ilmuwan, sangat potensial karena murah, tak berbahaya, dan tak mudah terbakar. "Cara kami bisa memungkinkan pembuatan komponen plastik bernilai tinggi, seperti yang digunakan untuk produk seperti telepon seluler," kata Renner.
Proses tersebut juga bisa digunakan untuk mewarnai lensa kontak. Penambahan bahan kimia tertentu bahkan bisa dilakukan, misalnya bahan bersifat obat yang terus-menerus berinteraksi dengan mata. Ini bisa bermanfaat bagi penderita glaukoma.
Sumber : SCIENCEDAILY
Label: Did You Know?
TURIN - Kiper Italia dan Juventus, Gianluigi Buffon, dianugerahi gelar "Kiper Terbaik Dekade Ini (2000-2010)" oleh Federasi Sejarah dan Statistik Sepak Bola (IFFHS). Adapun, kiper Real Madrid, Iker Casillas dan kiper Chelsea, Petr Cech, ada di tempat kedua dan ketiga.
Berikut ini adalah daftar sepuluh kiper terbaik menurut IFFHS. 1. Gianluigi Buffon (Italia) 182 2. Iker Casillas (Spanyol) 177 3. Petr Cech (Republik Cescka) 138 4. Edwin van der Sar (Belanda) 105 5. Oliver Kahn (Jerman) 99 6. Nelson Dida (Brasil) 90 7. Jens Lehmann (Jerman) 72 8. Roberto Carlos Abbondanzieri (Argentina) 68 9. Victor Valdes 64 10. Julio Cesar (Brasil) 63
Berikut ini adalah daftar sepuluh kiper terbaik menurut IFFHS. 1. Gianluigi Buffon (Italia) 182 2. Iker Casillas (Spanyol) 177 3. Petr Cech (Republik Cescka) 138 4. Edwin van der Sar (Belanda) 105 5. Oliver Kahn (Jerman) 99 6. Nelson Dida (Brasil) 90 7. Jens Lehmann (Jerman) 72 8. Roberto Carlos Abbondanzieri (Argentina) 68 9. Victor Valdes 64 10. Julio Cesar (Brasil) 63
Label: Sport
Tahun 2010, WHO memperkirakan 1,6 juta anak meninggal akibat masalah radang saluran pernapasan (pneumonia). ISPA, yang salah satunya disebabkan oleh pneumonia, juga mengambil porsi 28 persen sebagai penyebab utama kematian balita di Indonesia.
ISPA merupakan penyakit infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernapasan, hidung, sinus, faring, atau laring.
Gejala-gejala ISPA adalah badan pegal pegal (myalgia), beringus (rhinorrhea), batuk, sakit kepala, dan sakit pada tengorokan. Pola penularannya berlangsung lewat kontak dan melalui udara dalam jarak dekat. Oleh karena itu, ISPA cenderung menular secara epidemi.
Hal terpenting dalam pencegahan infeksi ini adalah melindungi mulut, hidung, bahkan mata, dengan masker atau kacamata pelindung wajah. Kebersihan tangan pun harus selalu dijaga. Pasien dengan ISPA membersihkan tangan dengan sabun, air, serta pembersih tangan berbasis alkohol.
WHO juga menyarankan pengendalian lingkungan, seperti ventilasi yang baik, penempatan pasien rawat dengan benar, dan pembersihan yang memadai juga termasuk dapat membantu mengurangi risiko penyebaran bakteri patogen penyebab ISPA.
Sumber: WHO
Tahun baru, Spanyol terapkan larangan merokok di tempat umum
0 komentar Diposting oleh An'claxessa di 18.04Di tahun baru, Spanyol secara resmi memberlakukan peraturan tentang larangan merokok di tempat-tempat umum.
Hal ini sangat mengejutkan warga Spanyol karena merokok sambil berkumpul untuk minum sudah membudaya. "Kalau demi kesehatan saya setuju meskipun menurut saya seharusnya ada daerah terbatas untuk merokok," kata Elena de Lucia seorang perokok yang bekerja sebagai pelayan di sebuah pub di Madrid. Sementara itu, peraturan baru ini diterima dengan baik oleh orang-orang yang tidak merokok karena dipandang dapat mendatangkan dampak positif. "Saya biasanya jadi perokok pasif, dan esok tidak perlu lagi," sambut Cristina Madrid, rekan Elena de Lucia.
Sebenarnya peraturan baru dilarang merokok ini sudah ada di Spanyol sejak tahun 2006. Peraturan dilarang merokok tersebut hanya diberlakukan di tempat-tempat tertentu saja, seperti dalam transportasi umum dan di toko-toko. Peraturan ini tidak diberlakukan di bar, restoran, dan kafe.
Kini, warga Spanyol dilarang merokok di bar di semua tempat umum, termasuk restoran, klub malam, kafe, bahkan pada beberapa tempat terbuka. Industri kuliner cemas akan terjadinya penurunan dalam bisnis mereka. Jose Luis guerra, wakil presiden Spanish Hotel & Catering Association memprediksi penurunan keuntungan sebesar 5 persen di restoran, 10 persen bagi bar, dan 15 persen bagi klub malam.
Manuel Casado, seorang pekerja di Capucho, sebuah bar di Madrid, setuju kalau ada penurunan keuntungan. Tetapi menurutnya, hanya pada awal penerapan aturan saja. "Orang akan terbiasa, seperti di Italia, Yunani, Irlandia. Ketika mereka ingin minum, mereka ke bar. Ketika ingin merokok, mereka di jalan," katanya.
Seorang ahli yang meneliti efek merokok yang juga seorang dokter Jose Luis Diaz-Marono Munoz menyambut baik aturan baru ini. "Anak-anak tidak akan terbawa kepada kebiasaan buruk ini, perokok terpaksa berhenti, dan membuat kita menghirup udara yang lebih sehat," katanya.
Di Spanyol, diperkirakan ada sekitar 50 ribu kematian yang berkaitan dengan merokok setiap tahunnya. (Stephanie Silitonga)
Sumber: The Age
Label: Did You Know?, News
PBB menetapkan 2011 sebagai Tahun Hutan Internasional demi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hutan bagi kehidupan.
Dengan menyelamatkan hutan, bukan hanya keragaman satwa yang terpelihara, ada tujuan besar lain yang akan dicapai. Tujuan tersebut adalah mengurangi kemiskinan, menekan laju perubahan iklim, serta mempertahankan laju perkembangan. Demikian tertera pada pernyataan International Union for Conservation of Nature (IUCN).
"2011 harus jadi tahun bagi dunia untuk menyadari pentingnya hutan bagi kehidupan di Bumi, untuk orang dan keanekaragaman hayati," kata Julia Marton-Lefèvre, direktur IUCN. Pada tahun 2011, IUCN berencana menghasilkan temuan baru dari berbagai penelitian, mempromosikan restorasi, dan melanjutkan agenda REDD+ yang sudah berjalan pada tahun 2010.
IUCN menjelaskan kondisi hutan saat ini yang merupakan tempat bagi 80 persen keanekaragaman hayati sekaligus tempat tinggal bagi 300 juta orang. Hutan juga menjadi tumpuan hidup 1,6 miliar orang.
Hutan mampu menyimpan karbon lebih banyak dibandingkan udara. Artinya, menurut IUCN, menyelamatkan hutan merupakan upaya paling efektif untuk mengurangi emisi karbon.
Tahun 2010 lalu ditetapkan sebagai Tahun Keanekaragaman Hayati. Selama satu dekade, dari 2011 sampai 2020, ditetapkan PBB sebagai Dekade Keanekaragaman Hayati.
Sumber: LiveScience
Label: Global Warming
Para peneliti dari University of Alberta, Kanada, mencoba mencari hubungan misterius antara tulang-tulang kadal purba yang ditemukan di Afrika dengan kadal terbesar yang ada di Indonesia saat ini, yakni komodo (Varanus komodoensis).
Ahli biologi Alison Murray dan Rob Holmes menyatakan, bentuk yang unik fosil vertebrata Afrika berusia 33 juta tahun ini berkaitan dengan komodo yang diduga sudah ada sejak sekitar 700.000 tahun lalu. "Fosil Afrika ditemukan di gurun. Fosil ini dipastikan merupakan kadal dengan genus Varanus. Ada lebih dari 50 spesies dengan genus Varanus yang hidup hingga kini, termasuk komodo dan kadal besar lainnya," kata Holmes.
Holmes mengatakan, fosil vertebrata yang ditemukan di Afrika merupakan kadal sepanjang sekitar 1,5 meter yang dapat berenang. Varanus purba ini ditemukan di daerah yang sebelumnya merupakan dasar sungai atau danau kecil. Fosil ini dapat menjadi petunjuk kunci perpindahan nenek moyang ke sisi lain dunia.
"Apakah hewan ini hidup di air atau daratan sekitarnya, kami tidak tahu. Tapi, kami tahu bahwa beberapa spesies modern Varanus nyaman dengan berenang di air bersih," ujar Holmes.
"Dari sekitar 100 juta tahun lalu hingga 12 juta tahun lalu, Afrika terisolasi, dikelilingi lautan. Tapi, hewan-hewan berhasil keluar dari Afrika pada periode itu," tutur Murray. Namun, para peneliti sepakat berenang tidak akan membawa kadal Afrika sampai ke Indonesia.
Murray mengatakan, salah satu teori yang belum terbukti tentang cara Varanus keluar dari Afrika adalah bahwa selama jutaan tahun ada daratan kecil atau lempeng mikro yang ditinggali aneka fauna, yang bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Dengan pergerakan daratan kecil inilah, kemungkinan satwa yang ada di Afrika bermigrasi ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, komodo dapat ditemukan di Pulau Komodo, Rinca, Flores, dan Gili Motang. Komodo merupakan salah satu satwa yang dilindungi. International Union for Conservation of Nature mengategorikan komodo sebagai satwa yang terancam punah. Diperkirakan ada 4.000 hingga 5.000 komodo yang hidup di alam bebas. Namun, diperkirakan hanya ada 350 komodo betina yang subur.
Sumber : National Geographic Indonesia
Ahli biologi Alison Murray dan Rob Holmes menyatakan, bentuk yang unik fosil vertebrata Afrika berusia 33 juta tahun ini berkaitan dengan komodo yang diduga sudah ada sejak sekitar 700.000 tahun lalu. "Fosil Afrika ditemukan di gurun. Fosil ini dipastikan merupakan kadal dengan genus Varanus. Ada lebih dari 50 spesies dengan genus Varanus yang hidup hingga kini, termasuk komodo dan kadal besar lainnya," kata Holmes.
Holmes mengatakan, fosil vertebrata yang ditemukan di Afrika merupakan kadal sepanjang sekitar 1,5 meter yang dapat berenang. Varanus purba ini ditemukan di daerah yang sebelumnya merupakan dasar sungai atau danau kecil. Fosil ini dapat menjadi petunjuk kunci perpindahan nenek moyang ke sisi lain dunia.
"Apakah hewan ini hidup di air atau daratan sekitarnya, kami tidak tahu. Tapi, kami tahu bahwa beberapa spesies modern Varanus nyaman dengan berenang di air bersih," ujar Holmes.
"Dari sekitar 100 juta tahun lalu hingga 12 juta tahun lalu, Afrika terisolasi, dikelilingi lautan. Tapi, hewan-hewan berhasil keluar dari Afrika pada periode itu," tutur Murray. Namun, para peneliti sepakat berenang tidak akan membawa kadal Afrika sampai ke Indonesia.
Murray mengatakan, salah satu teori yang belum terbukti tentang cara Varanus keluar dari Afrika adalah bahwa selama jutaan tahun ada daratan kecil atau lempeng mikro yang ditinggali aneka fauna, yang bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Dengan pergerakan daratan kecil inilah, kemungkinan satwa yang ada di Afrika bermigrasi ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, komodo dapat ditemukan di Pulau Komodo, Rinca, Flores, dan Gili Motang. Komodo merupakan salah satu satwa yang dilindungi. International Union for Conservation of Nature mengategorikan komodo sebagai satwa yang terancam punah. Diperkirakan ada 4.000 hingga 5.000 komodo yang hidup di alam bebas. Namun, diperkirakan hanya ada 350 komodo betina yang subur.
Sumber : National Geographic Indonesia
Label: Did You Know?, Indonesia
Tahun 2010 bumi telah dimeriahkan dengan serangkaian pertunjukan angkasa. Ada gerhana bulan yang baru saja terjadi di beberapa belahan bumi, ada pula hujan meteor Geminids dan Orionids. Nah, apa yang akan terjadi pada 2011 nanti?
Selain siklus bulan yang secara teratur terjadi setiap bulannya, berikut ini adalah daftar pertunjukan angkasa yang akan terjadi di 2011 yang beberapa jam lagi akan bersua dengan kita:
3 - 4 Januari 2011 - Puncak hujan meteor Quadranids
Puncak hujan meteor Quadranids dan kurang lebih 40 meteor bisa dilihat setiap jamnya.
4 Januari 2011 - Gerhana matahari sebagian
Gerhana ini akan bisa dilihat di beberapa wilayah Afrika, Amerika dan Asia. Cek situs NASA untuk keterangan daerah yang lebih spesifik
3 April 2011 - Oposisi saturnus
Saat ini, Saturnus akan ada pada titik terdekatnya dengan bumi. Inilah saat terbaik untuk mengabadikan Saturnus dan bulannya dalam foto.
21 - 22 April 2011 - Hujan Meteor Lyrids
Sebanyak 20 meteor akan terlihat dalam hujan meteor ini. Meski memuncak pada tanggal 21 - 22, namun hujan meteor sudah bisa dinikmati sejak 16 April 2010.
5 - 6 Mei 2011 - Hujan meteor Eta Aquarids
Hujan meteor Eta Aquarids adalah hujan meteor tingkat rendah. Mulai terlihat sejak tanggal 4 Mei 2011, hujan meteor ini akan memuncak tanggal 5 - 6 Mei 2011.
1 Juni 2011 - Gerhana matahari sebagian
Gerhana matahari kali ini akan terlihat di sebagian besar wilayah asia Timur, Alaska, dan bagian utara Kanada dan Greenland.
15 Juni 2011 - Gerhana bulan total
Gerhana bulan akan terjadi di sebagian besar wilayah Amerika Selatan, Eropa, Afrika, Asia dan Australia. Warga negara Indonesia termasuk yang bisa melihatnya.
1 Juli 2011 - Gerhana matahari sebagian.
Memang, akan terjadi lagi gerhana matahari sebagian. Sayangnya, gerhana matahari ini hanya bisa disaksikan di pantai Antartika.
28 - 29 Juli 2011 - Hujan Meteor Delta Aquarids Selatan
Sebanyak 20 meteor bisa dilihat setiap jamnya pada malam puncaknya, 28 - 29 Juli 2011.
12 - 13 Agustus 2011 - Hujan meteor Perseids
Hujan meteor ini adalah salah satu hujan meteor terbaik yang bisa disaksikan. Kurang lebih 60 meteor bisa disaksikan setiap jamnya.
22 Agustus 2011 - Oposisi Neptunus
Saat ini, Neptunus akan mencapai posisi terdekatnya dengan bumi. Inilah saat terbaik untuk mengabadikan Neptunus, walaupun planet ini biasanya hanya akan tampak sebagi bintik biru di angkasa.
25 September 2011 - Oposisi Uranus
Ini adalah saat Uranus mencapai posisi terdekatnya dengan bumi. Bisa dijadikan kesempatan untuk mengabadikannya.
21 - 22 Oktober 2011 - Hujan meteor Orionids
Hujan meteor ini akan memungkinkan warga bumi melihat 20 meteor per jamnya. Lain dari biasanya, pada tahun 2011 hujan meteor ini akan mulai terlihat dari tanggal 20 September 2011.
29 Oktober 2011 - Oposisi Jupiter
Saat ini, Jupiter berada di posisi terdekatnya dengan bumi. Kesempatan baik untuk memotret Jupiter dan planetnya.
17 - 18 November 2011 - Hujan meteor Leonids
Seperti yang terjadi tahun ini, hujan meteor Leonids pada tahun 2011 akan menampakkan 40 meteor per jamnya.
25 November 2011 - Gerhana matahari sebagian
Pun, akan terjadi lagi gerhana matahari sebagian. Sayangnya, hal ini hanya bisa dilihat di Antartika.
10 Desember 2011 - Gerhana bulan total
Gerhana akan terjadi di sebagian besar wilayah Asia, Afrika Timur, Australia dan Pasifik. Indonesia juga bisa menyaksikannya.
13 - 14 Desember 2011 - Hujan meteor Geminids
Di hujan meteor ini, 60 meteor berwarna-warni akan bisa dilihat per jamnya. Puncak hujan meteor memang akan terjadi tanggal 13 - 14, namun hujan meteor sudah bisa disaksikan sejak 6 Desember 2011.
Selain siklus bulan yang secara teratur terjadi setiap bulannya, berikut ini adalah daftar pertunjukan angkasa yang akan terjadi di 2011 yang beberapa jam lagi akan bersua dengan kita:
3 - 4 Januari 2011 - Puncak hujan meteor Quadranids
Puncak hujan meteor Quadranids dan kurang lebih 40 meteor bisa dilihat setiap jamnya.
4 Januari 2011 - Gerhana matahari sebagian
Gerhana ini akan bisa dilihat di beberapa wilayah Afrika, Amerika dan Asia. Cek situs NASA untuk keterangan daerah yang lebih spesifik
3 April 2011 - Oposisi saturnus
Saat ini, Saturnus akan ada pada titik terdekatnya dengan bumi. Inilah saat terbaik untuk mengabadikan Saturnus dan bulannya dalam foto.
21 - 22 April 2011 - Hujan Meteor Lyrids
Sebanyak 20 meteor akan terlihat dalam hujan meteor ini. Meski memuncak pada tanggal 21 - 22, namun hujan meteor sudah bisa dinikmati sejak 16 April 2010.
5 - 6 Mei 2011 - Hujan meteor Eta Aquarids
Hujan meteor Eta Aquarids adalah hujan meteor tingkat rendah. Mulai terlihat sejak tanggal 4 Mei 2011, hujan meteor ini akan memuncak tanggal 5 - 6 Mei 2011.
1 Juni 2011 - Gerhana matahari sebagian
Gerhana matahari kali ini akan terlihat di sebagian besar wilayah asia Timur, Alaska, dan bagian utara Kanada dan Greenland.
15 Juni 2011 - Gerhana bulan total
Gerhana bulan akan terjadi di sebagian besar wilayah Amerika Selatan, Eropa, Afrika, Asia dan Australia. Warga negara Indonesia termasuk yang bisa melihatnya.
1 Juli 2011 - Gerhana matahari sebagian.
Memang, akan terjadi lagi gerhana matahari sebagian. Sayangnya, gerhana matahari ini hanya bisa disaksikan di pantai Antartika.
28 - 29 Juli 2011 - Hujan Meteor Delta Aquarids Selatan
Sebanyak 20 meteor bisa dilihat setiap jamnya pada malam puncaknya, 28 - 29 Juli 2011.
12 - 13 Agustus 2011 - Hujan meteor Perseids
Hujan meteor ini adalah salah satu hujan meteor terbaik yang bisa disaksikan. Kurang lebih 60 meteor bisa disaksikan setiap jamnya.
22 Agustus 2011 - Oposisi Neptunus
Saat ini, Neptunus akan mencapai posisi terdekatnya dengan bumi. Inilah saat terbaik untuk mengabadikan Neptunus, walaupun planet ini biasanya hanya akan tampak sebagi bintik biru di angkasa.
25 September 2011 - Oposisi Uranus
Ini adalah saat Uranus mencapai posisi terdekatnya dengan bumi. Bisa dijadikan kesempatan untuk mengabadikannya.
21 - 22 Oktober 2011 - Hujan meteor Orionids
Hujan meteor ini akan memungkinkan warga bumi melihat 20 meteor per jamnya. Lain dari biasanya, pada tahun 2011 hujan meteor ini akan mulai terlihat dari tanggal 20 September 2011.
29 Oktober 2011 - Oposisi Jupiter
Saat ini, Jupiter berada di posisi terdekatnya dengan bumi. Kesempatan baik untuk memotret Jupiter dan planetnya.
17 - 18 November 2011 - Hujan meteor Leonids
Seperti yang terjadi tahun ini, hujan meteor Leonids pada tahun 2011 akan menampakkan 40 meteor per jamnya.
25 November 2011 - Gerhana matahari sebagian
Pun, akan terjadi lagi gerhana matahari sebagian. Sayangnya, hal ini hanya bisa dilihat di Antartika.
10 Desember 2011 - Gerhana bulan total
Gerhana akan terjadi di sebagian besar wilayah Asia, Afrika Timur, Australia dan Pasifik. Indonesia juga bisa menyaksikannya.
13 - 14 Desember 2011 - Hujan meteor Geminids
Di hujan meteor ini, 60 meteor berwarna-warni akan bisa dilihat per jamnya. Puncak hujan meteor memang akan terjadi tanggal 13 - 14, namun hujan meteor sudah bisa disaksikan sejak 6 Desember 2011.
Sumber :www.seasky.org
Label: Did You Know?, Sains
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan:
Postingan (Atom)






