Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
BANDA ACEH - Duta Besar (Dubes) Perancis untuk Indonesia, Philippe Zeller, berjanji akan mempromosikan potensi wisata di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam kepada masyarakat di negaranya dan juga Eropa. "Potensi wisata yang cukup menarik seperti di Kota Banda Aceh dan Sabang, juga menjadi perhatian kami sehingga bisa dikenal dan dikunjungi masyarakat dunia," katanya di Banda Aceh, Rabu (12/1/2011).
Hal itu disampaikan Dubes Prancis usai melakukan pertemuan tertutup dengan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Wali Kota Banda Aceh Mawardy Nurdin dan beberapa pejabat provinsi tersebut.
Dubes Philippe Zeller didampingi sejumlah pejabat Kedubes Perancis di Jakarta, berada di Kota Banda Aceh dalam rangkaian peresmian pembangunan gedung monitoring proyek pengendalian banjir (drainase) di Kota Banda Aceh. Proyek pengendalian banjir di Kota Banda Aceh yang menelan anggaran sekitar Rp 450 miliar itu merupakan pinjaman lunak Pemerintah Indonesia dari Perancis.
Zeller menyebutkan, transportasi udara rute Eropa dan Jakarta telah menyediakan informasi tentang potensi wisata yang ada di Indonesia. "Dari informasi itu, saya kira wisatawan dari Eropa sudah mengetahui beberapa wilayah di Indonesia yang bisa dikunjungi, terutama Banda Aceh dan Kota Sabang. Beberapa waktu yang akan datang akan digelar Sail Sabang, dan kami siap membantu mempromosikannya," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Mawardy Nurdin mengatakan, pihaknya berharap adanya kerja sama yang lebih erat dengan Perancis dalam upaya mempromosikan sektor pariwisata di kota berpenduduk sekitar 240 ribu jiwa tersebut.
Ia menyebutkan, Pemerintah Kota Banda Aceh telah mencanangkan "Kunjungan Wisata 2011" dengan harapan daerah yang pernah luluh-lantak diterjang tsunami 26 Desember 2004 itu bisa menyedot wisatawan lebih banyak di masa mendatang.
Sejumlah objek wisata yang layak dikunjungi di Kota Banda Aceh, seperti situs peninggalan tsunami yakni PLTD Apung, perahu di atas rumah, museum tsunami dan objek spritual lainnya, termasuk wisata kuliner di wilayah ujung paling barat Indonesia ini.
Hal itu disampaikan Dubes Prancis usai melakukan pertemuan tertutup dengan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Wali Kota Banda Aceh Mawardy Nurdin dan beberapa pejabat provinsi tersebut.
Dubes Philippe Zeller didampingi sejumlah pejabat Kedubes Perancis di Jakarta, berada di Kota Banda Aceh dalam rangkaian peresmian pembangunan gedung monitoring proyek pengendalian banjir (drainase) di Kota Banda Aceh. Proyek pengendalian banjir di Kota Banda Aceh yang menelan anggaran sekitar Rp 450 miliar itu merupakan pinjaman lunak Pemerintah Indonesia dari Perancis.
Zeller menyebutkan, transportasi udara rute Eropa dan Jakarta telah menyediakan informasi tentang potensi wisata yang ada di Indonesia. "Dari informasi itu, saya kira wisatawan dari Eropa sudah mengetahui beberapa wilayah di Indonesia yang bisa dikunjungi, terutama Banda Aceh dan Kota Sabang. Beberapa waktu yang akan datang akan digelar Sail Sabang, dan kami siap membantu mempromosikannya," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Mawardy Nurdin mengatakan, pihaknya berharap adanya kerja sama yang lebih erat dengan Perancis dalam upaya mempromosikan sektor pariwisata di kota berpenduduk sekitar 240 ribu jiwa tersebut.
Ia menyebutkan, Pemerintah Kota Banda Aceh telah mencanangkan "Kunjungan Wisata 2011" dengan harapan daerah yang pernah luluh-lantak diterjang tsunami 26 Desember 2004 itu bisa menyedot wisatawan lebih banyak di masa mendatang.
Sejumlah objek wisata yang layak dikunjungi di Kota Banda Aceh, seperti situs peninggalan tsunami yakni PLTD Apung, perahu di atas rumah, museum tsunami dan objek spritual lainnya, termasuk wisata kuliner di wilayah ujung paling barat Indonesia ini.
Label: Indonesia
![]() |
| Foto : fastnus.blogspot.com |
"Indonesia bisa menjadi negara super power untuk energi listrik dari panas bumi dan hal itu bisa menjadi kelebihan untuk ekonomi Indonesia," kata Al Gore dalam pidato pembukaan "The Climate Project Asia Pacific Summit" di Balai Sidang Senayan Jakarta, Minggu (9/1/2011).
Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat itu melihat Indonesia merupakan negara ketiga terbesar yang memproduksi listrik dari tenaga panas bumi, sedangkan Filipina sebagai negara terbesar kedua di dunia produsen listrik panas bumi.
"Para ilmuwan dan para ahli terkenal secara luas mengatakan bahwa produksi listrik dari panas bumi dapat mempresentasikan luasnya sumber tenaga listrik yang bebas karbon di dunia saat ini," katanya.
Al Gore yang juga penerima Oscar melalui film dokumenter An Inconvenient Truth ini mengatakan, solusi perubahan iklim melibatkan berbagai langkah yang bisa diambil untuk menghemat uang sekaligus mengurangi emisi karbon dioksida.
Al Gore mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan profil emisi karbon yang unik karena sebagian besar berasal dari sektor kehutanan dan hutan gambut.
"Ada peluang besar untuk mengambil pendekatan keberlanjutan dari raksasa seperti pembakaran batu bara dan minyak atau gas," katanya.
Dia mengatakan, ada banyak langkah yang bisa diambil untuk mencegah kerusakan hutan dan mengurangi emisi sekaligus meningkatkan pendapatan dan menciptakan perekonomian di Indonesia.
"Pengunaan lahan yang lebih efisien akan meningkatkan nilai ekonomi dan mengurangi polusi dari gas rumah kaca," katanya.
Ada dampak yang besar dari usaha mitigasi seperti penghentian pembakaran pembukaan lahan dan hutan gambut.
Label: Indonesia
![]() |
| Foto : Republika.co.id |
"Sebanyak 80 persen dari 3.000 responden menggambarkan cara berpikir negatif atau mental block. Ini adalah bentuk kegagalan pertumbuhan otak dari kecil," kata Kepala Subbidang Pemeliharaan dan Peningkatan Kemampuan Inteligensia Anak Kemenkes Gunawan Bam seusai temu media di Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat kemarin.
Pusat Inteligensia Kesehatan melakukan survei terhadap anak sekolah, dari tingkat SD hingga SMA, untuk mengetahui kondisi perkembangan otak anak Indonesia.
Kondisi pikiran yang serba negatif itu, ujar Gunawan, sebagai salah satu akibat dari "keracunan otak" akibat ulah orangtuanya. "Kondisi yang tidak kondusif. Orangtua pemarah bisa berpengaruh langsung ke kondisi kesehatan otak anak," katanya.
Ia mencontohkan, jika orangtua berbohong atau marah kepada anak, hal itu dapat menyebabkan otak anak menjadi menyusut. Kondisi semacam itu, jika diteruskan, akan mencegah terjadinya pertumbuhan otak normal.
"Ini adalah bentuk kegagalan dari kecil. Sama seperti anak tidak matang dalam merasa, meraba, melihat," ujar Gunawan.
Namun, ia mengatakan, hal itu bukannya tidak dapat diperbaiki. Beberapa perbaikan sensomotorik dapat dilakukan untuk kembali meningkatkan kesehatan dan perkembangan otak.
Kemenkes juga akan melakukan brain assessment kepada pegawai pemerintahan bekerja sama dengan Kementerian Aparatur Negara.
"Mudah-mudahan tahun ini akan kita mulai. Paling tidak akan kita awali tahun ini," kata Kepala Pusat Inteligensia Kesehatan Kemenkes dr Kemas M Akib Aman, SpR, MARS.
Tiga instrumen yang diamati dalam brain assessment itu adalah neuro-behaviour, psikologi dan psikiatri.
Metode yang dikembangkan Pusat Inteligensia Kesehatan ini telah divalidasi pada sejumlah responden di sembilan provinsi, yaitu Sumatera Barat, Nanggroe Aceh Darussalam, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Maluku, dan Nusa Tenggara Barat.
JAKARTA - Tim nasional Indonesia U-23 punya kesempatan untuk membalaskan kegagalan timnas senior mereka dalam perebutan gelar juara Piala AFF 2010. Direncanakan, Malaysia akan menjadi lawan uji coba tim "Garuda" muda sebelum menjamu Turkmenistan di laga pra-olimpiade.

"Ada satu partai internasional sebelum pertandingan pra-olimpiade menghadapi Turkmenistan. Kami cenderung memilih Malaysia karena sesuai bagi anak-anak untuk menguji mental mereka," kata Deputi Teknis Badan Tim Nasional Iman Arief kepada para wartawan, Jumat (7/1/2011) di Lapangan C Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Meski demikian, sejauh ini BTN belum menentukan negara yang dipastikan jadi lawan tanding. Yang pasti, ada satu tim lokal yang disiapkan untuk memanaskan skuad. Kemudian, akan digelar laga uji coba melawan satu kesebelasan yang kemungkinan besar adalah Malaysia, beberapa hari sebelum partai pra-olimpiade di Jakarta.
Iman juga mengungkapkan, setelah laga kandang pra-olimpiade, BTN akan mencari satu negara beriklim dingin sebagai lawan tanding timnas U-23 sebelum bertandang ke markas Turkmenistan. Negara berkarakter semacam ini dipilih untuk memudahkan adaptasi para pemain di sana yang pada saat itu kemungkinan suhunya tidak panas.
"Kita perlu mencari negara yang bersuhu dingin, misalnya Uzbekistan. Saya kira mereka mudah sepakat dengan kita untuk mengadakan pertandingan persahabatan," ujar Iman.
Dalam pertandingan pra-olimpiade, timnas U-23 akan menghadapi Turkmenistan dengan sistem kandang-tandang. "Merah Putih" akan menjamu negara pecahan Uni Soviet itu pada 23 Februari 2011. Dua pekan kemudian, tepatnya 9 Maret 2011, skuad asuhan Alfred Riedl bakal bertandang ke Turkmenistan.
Kami cenderung memilih Malaysia karena sesuai bagi anak-anak untuk menguji mental mereka.
-- Iman Arief
Meski demikian, sejauh ini BTN belum menentukan negara yang dipastikan jadi lawan tanding. Yang pasti, ada satu tim lokal yang disiapkan untuk memanaskan skuad. Kemudian, akan digelar laga uji coba melawan satu kesebelasan yang kemungkinan besar adalah Malaysia, beberapa hari sebelum partai pra-olimpiade di Jakarta.
Iman juga mengungkapkan, setelah laga kandang pra-olimpiade, BTN akan mencari satu negara beriklim dingin sebagai lawan tanding timnas U-23 sebelum bertandang ke markas Turkmenistan. Negara berkarakter semacam ini dipilih untuk memudahkan adaptasi para pemain di sana yang pada saat itu kemungkinan suhunya tidak panas.
"Kita perlu mencari negara yang bersuhu dingin, misalnya Uzbekistan. Saya kira mereka mudah sepakat dengan kita untuk mengadakan pertandingan persahabatan," ujar Iman.
Dalam pertandingan pra-olimpiade, timnas U-23 akan menghadapi Turkmenistan dengan sistem kandang-tandang. "Merah Putih" akan menjamu negara pecahan Uni Soviet itu pada 23 Februari 2011. Dua pekan kemudian, tepatnya 9 Maret 2011, skuad asuhan Alfred Riedl bakal bertandang ke Turkmenistan.
Para peneliti dari University of Alberta, Kanada, mencoba mencari hubungan misterius antara tulang-tulang kadal purba yang ditemukan di Afrika dengan kadal terbesar yang ada di Indonesia saat ini, yakni komodo (Varanus komodoensis).
Ahli biologi Alison Murray dan Rob Holmes menyatakan, bentuk yang unik fosil vertebrata Afrika berusia 33 juta tahun ini berkaitan dengan komodo yang diduga sudah ada sejak sekitar 700.000 tahun lalu. "Fosil Afrika ditemukan di gurun. Fosil ini dipastikan merupakan kadal dengan genus Varanus. Ada lebih dari 50 spesies dengan genus Varanus yang hidup hingga kini, termasuk komodo dan kadal besar lainnya," kata Holmes.
Holmes mengatakan, fosil vertebrata yang ditemukan di Afrika merupakan kadal sepanjang sekitar 1,5 meter yang dapat berenang. Varanus purba ini ditemukan di daerah yang sebelumnya merupakan dasar sungai atau danau kecil. Fosil ini dapat menjadi petunjuk kunci perpindahan nenek moyang ke sisi lain dunia.
"Apakah hewan ini hidup di air atau daratan sekitarnya, kami tidak tahu. Tapi, kami tahu bahwa beberapa spesies modern Varanus nyaman dengan berenang di air bersih," ujar Holmes.
"Dari sekitar 100 juta tahun lalu hingga 12 juta tahun lalu, Afrika terisolasi, dikelilingi lautan. Tapi, hewan-hewan berhasil keluar dari Afrika pada periode itu," tutur Murray. Namun, para peneliti sepakat berenang tidak akan membawa kadal Afrika sampai ke Indonesia.
Murray mengatakan, salah satu teori yang belum terbukti tentang cara Varanus keluar dari Afrika adalah bahwa selama jutaan tahun ada daratan kecil atau lempeng mikro yang ditinggali aneka fauna, yang bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Dengan pergerakan daratan kecil inilah, kemungkinan satwa yang ada di Afrika bermigrasi ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, komodo dapat ditemukan di Pulau Komodo, Rinca, Flores, dan Gili Motang. Komodo merupakan salah satu satwa yang dilindungi. International Union for Conservation of Nature mengategorikan komodo sebagai satwa yang terancam punah. Diperkirakan ada 4.000 hingga 5.000 komodo yang hidup di alam bebas. Namun, diperkirakan hanya ada 350 komodo betina yang subur.
Sumber : National Geographic Indonesia
Ahli biologi Alison Murray dan Rob Holmes menyatakan, bentuk yang unik fosil vertebrata Afrika berusia 33 juta tahun ini berkaitan dengan komodo yang diduga sudah ada sejak sekitar 700.000 tahun lalu. "Fosil Afrika ditemukan di gurun. Fosil ini dipastikan merupakan kadal dengan genus Varanus. Ada lebih dari 50 spesies dengan genus Varanus yang hidup hingga kini, termasuk komodo dan kadal besar lainnya," kata Holmes.
Holmes mengatakan, fosil vertebrata yang ditemukan di Afrika merupakan kadal sepanjang sekitar 1,5 meter yang dapat berenang. Varanus purba ini ditemukan di daerah yang sebelumnya merupakan dasar sungai atau danau kecil. Fosil ini dapat menjadi petunjuk kunci perpindahan nenek moyang ke sisi lain dunia.
"Apakah hewan ini hidup di air atau daratan sekitarnya, kami tidak tahu. Tapi, kami tahu bahwa beberapa spesies modern Varanus nyaman dengan berenang di air bersih," ujar Holmes.
"Dari sekitar 100 juta tahun lalu hingga 12 juta tahun lalu, Afrika terisolasi, dikelilingi lautan. Tapi, hewan-hewan berhasil keluar dari Afrika pada periode itu," tutur Murray. Namun, para peneliti sepakat berenang tidak akan membawa kadal Afrika sampai ke Indonesia.
Murray mengatakan, salah satu teori yang belum terbukti tentang cara Varanus keluar dari Afrika adalah bahwa selama jutaan tahun ada daratan kecil atau lempeng mikro yang ditinggali aneka fauna, yang bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya. Dengan pergerakan daratan kecil inilah, kemungkinan satwa yang ada di Afrika bermigrasi ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Di Indonesia, komodo dapat ditemukan di Pulau Komodo, Rinca, Flores, dan Gili Motang. Komodo merupakan salah satu satwa yang dilindungi. International Union for Conservation of Nature mengategorikan komodo sebagai satwa yang terancam punah. Diperkirakan ada 4.000 hingga 5.000 komodo yang hidup di alam bebas. Namun, diperkirakan hanya ada 350 komodo betina yang subur.
Sumber : National Geographic Indonesia
Label: Did You Know?, Indonesia
RAFAH - Indonesia tercatat sebagai negara pertama yang memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina pada 2011.
"Kami menyambut baik bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina dan ini merupakan bantuan pertama dari luar negeri untuk Tahun Baru 2011," kata Ketua Bulan Sabit Merah Sinai Utara, Mesir, Jenderal (Purn) Osama Serghani di Rafah, pintu perbatasan Mesir-Gaza, Minggu (2/1/2011).
Osama Serghani mengungkapkan, bantuan kemanusiaan kepada Palestina dari luar negeri kedua setelah Indonesia adalah kapal Asia Caravan-1. Kapal itu merapat di Pelabuhan Rafah, Minggu petang, beberapa jam setelah penyerahan bantuan dari Indonesia.
Kapal Asia Caravan-1 itu mengangkut 170 ton bantuan kemanusiaan ke Gaza. Kapal solidaritas untuk rakyat Palestina itu diikuti para anggota LSM dari berbagai negara Asia, termasuk 12 orang dari Indonesia.
Bantuan kemanusiaan berupa beragam peralatan medis seberat lebih dari 1 ton tersebut diserahkan oleh Duta Besar RI AM Fachir, didampingi Kepala Fungsi Politik KBRI Kairo Burhanuddin Badruzzaman, di Rafah.
Peralatan medis bantuan dari Indonesia tersebut diterima Direktur Bulan Sabit Merah Palestina Wilayah Jalur Gaza Dr Khalil Al-Foul, yang difasilitasi Kepala Bulan Sabit Merah Wilayah Sinai Utara Jenderal (Purn) Osama Serghani.
Fachir, yang fasih berbahasa Arab, dalam sambutannya menjelaskan, KBRI Kairo menghimpun bantuan dari berbagai kalangan, baik organisasi maupun individu yang bersimpati atas penderitaan rakyat Palestina akibat kekejaman Israel.
"Nilai bantuannya tidak seberapa, tapi ini merupakan solidaritas dari masyarakat Indonesia untuk saudara-saudara mereka di Palestina, terutama Gaza," katanya.
Bantuan yang diserahkan Fachir di perbatasan Rafah ini adalah yang kedua kalinya, menyusul bantuan pertama pada Januari 2009, tak lama setelah agresi militer Israel di Gaza. Bantuan pertama itu termasuk sebuah ambulans yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI.
Kepala Fungsi Politik KBRI Kairo Burhanuddian Badruzzaman menjelaskan bahwa bantuan kali ini seniali 88.000 dollar AS (sekitar Rp 790 juta).
"Bantuan itu 50.000 dollar AS dari Kispa (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina), 26.000 dollar AS sisa bantuan Kemkes RI untuk Palestina pada 2009, 10.000 dollar AS dari rakyat Amuntai (Kalimantan Selatan), dan 2.000 dollar AS dari masyarakat Indonesia di Mesir," kata Burhanuddin.
"Kami menyambut baik bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina dan ini merupakan bantuan pertama dari luar negeri untuk Tahun Baru 2011," kata Ketua Bulan Sabit Merah Sinai Utara, Mesir, Jenderal (Purn) Osama Serghani di Rafah, pintu perbatasan Mesir-Gaza, Minggu (2/1/2011).
Osama Serghani mengungkapkan, bantuan kemanusiaan kepada Palestina dari luar negeri kedua setelah Indonesia adalah kapal Asia Caravan-1. Kapal itu merapat di Pelabuhan Rafah, Minggu petang, beberapa jam setelah penyerahan bantuan dari Indonesia.
Kapal Asia Caravan-1 itu mengangkut 170 ton bantuan kemanusiaan ke Gaza. Kapal solidaritas untuk rakyat Palestina itu diikuti para anggota LSM dari berbagai negara Asia, termasuk 12 orang dari Indonesia.
Bantuan kemanusiaan berupa beragam peralatan medis seberat lebih dari 1 ton tersebut diserahkan oleh Duta Besar RI AM Fachir, didampingi Kepala Fungsi Politik KBRI Kairo Burhanuddin Badruzzaman, di Rafah.
Peralatan medis bantuan dari Indonesia tersebut diterima Direktur Bulan Sabit Merah Palestina Wilayah Jalur Gaza Dr Khalil Al-Foul, yang difasilitasi Kepala Bulan Sabit Merah Wilayah Sinai Utara Jenderal (Purn) Osama Serghani.
Fachir, yang fasih berbahasa Arab, dalam sambutannya menjelaskan, KBRI Kairo menghimpun bantuan dari berbagai kalangan, baik organisasi maupun individu yang bersimpati atas penderitaan rakyat Palestina akibat kekejaman Israel.
"Nilai bantuannya tidak seberapa, tapi ini merupakan solidaritas dari masyarakat Indonesia untuk saudara-saudara mereka di Palestina, terutama Gaza," katanya.
Bantuan yang diserahkan Fachir di perbatasan Rafah ini adalah yang kedua kalinya, menyusul bantuan pertama pada Januari 2009, tak lama setelah agresi militer Israel di Gaza. Bantuan pertama itu termasuk sebuah ambulans yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI.
Kepala Fungsi Politik KBRI Kairo Burhanuddian Badruzzaman menjelaskan bahwa bantuan kali ini seniali 88.000 dollar AS (sekitar Rp 790 juta).
"Bantuan itu 50.000 dollar AS dari Kispa (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina), 26.000 dollar AS sisa bantuan Kemkes RI untuk Palestina pada 2009, 10.000 dollar AS dari rakyat Amuntai (Kalimantan Selatan), dan 2.000 dollar AS dari masyarakat Indonesia di Mesir," kata Burhanuddin.
Langganan:
Postingan (Atom)





